NEWS

Pergantian Kepengurusan OPDAL dan Pelantikan Kepengurusan OPDAL Baru 2018-2019

Organisasi Pelajar Dayah Al Falah Abu Lam U

Lamjampok, Sabtu malam (13/10) – Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam U –  kembali mengadakan acara tahunnya. Acara Pergantian Kepengurusan OPDAL dan Pelantikan Kepengurusan OPDAL Baru. Acara ini merupakan acara wajib persantren yang bersifat resmi dan khidmat.

Acara ini diadakan karena mengingat bahwa telah berakhirnya masa kepengurusan OPDAL lama dan perlu digantikan dengan kepengurusan OPDAL yang baru. Dalam hal ini, kepengurusan OPDAL lama yang diamanahkan kepeda santri akhir kelas 6 dialihkan kepada santri kelas 5. Hal ini dilakukan guna mengoptimalkan waktu belajar bagi santri kelas 6 dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir. Selain itu, sebuah organisasi perlu adanya pembaharuan dalam pengendalikannya karena mengendalikan suatu organisasi harus dilakukan dengan baik dan terarah.

Acara ini tak lain hanya untuk kebaikan bersama, mengajarkan santri agar siap dipimpin dan siap untuk memimpin. Dan pada acara ini pula, santri diamanahkan untuk mengemban suatu tanggung jawab yang mana setiap mereka bersumpah dengan dua kalimat syahadat dihadapan Pimpinan Pesantren dan seluruh warga Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam U.

Fadhal Faruq Rifqi selaku ketua pengurus OPDAL lama mengatakan bahwa “sebuah organisasi itu diibaratkan layaknya sebuah bahtera, menurut bagaimana cara kita mengendalikannya dengan baik’’.

Amanah yang diberikan kepada mereka harus mereka embankan dengan sebaik mungkin. Karena amanah merupakan suatu kepercayaan yang sulit untuk didapatkan.

Amanah itu sendiri kaffah dipercayakan kepada mereka dalam menjalankan tugasnya membantu pondok dalam mengurus dan mendidik umat.

Ketika masa-masa kepengurusan, mereka benar-benar harus menanamkan sikap dan emosional layaknya seorang pemimpin. Dimana layaknya seorang kakak yang mendidik adik-adiknya. Butuh kesabaran, keikhlasan, keridhaan dan kerendahan hati dalam mendidik serta mengurus adik-adik mereka.

Terkadang adik-adik memang sangat menguras kesabaran mereka, maka dari itu mereka perlu memahaminya dengan penuh perhatian. Dapat terbilang bahwa mereka nakal atau agak sedikit keras kepala bukan karena sifat asli mereka. Melainkan mereka butuh perhatian yang lebih.

Ketika masa-masa inilah mereka dilatih bagaimana semestinya kelak mereka akan memimpin masyarakat. Pastinya harus dengan kewibawaan, kearifan dan keadilan. Mungkin dengan cara ini mereka dapat belajar lebih banyak untuk hal tersebut.

Memimpin adalah suatu pekerjaan yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Maka dari itu seorang pemimpin hatus menjadi contoh keteladanan bagi anggotanya. Karena baik ataupun buruknya suatu kaum itu tergantung pada pemimpin kaum tersebut.

Editor : Ust. Khairul Munzilin

Reporter: Farah Kautsari – Zahratul Aflakh

 

Baca juga :

SEMINAR SAMPAH

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: