NEWS

Belajar Sains dengan Mudah dan Tidak Membosankan

Science Film Festival

Lamjampok | Aceh Besar- Senin, 5 November 2018. Kerap kali setiap orang beranggapan bahwa mempelajari sains itu sulit dan membosankan. Sangat jarang dari pada mereka yang beranggapan bahwa mempelajari sains itu mudah dan menyenangkan. Anggapan inilah yang membuat mereka malas mempelajari sains itu sendiri.

Namun, beberapa tahun belakangan ini Goethe Institut memperkenalkan kepada publik bahwa sebenarnya sains itu sangatlah mudah dan menarik. Dalam hal ini, Goehte Institut mengajak publik untuk mempelajari sains dengan menonton film-film pembelajaran mengenai sains yang sangat menarik.

Goethe Institut merupakan pusat kebudayaan Jerman yang bekerja sama dengan 22 Negara yang berada di Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika. Di Indonesia Goethe Institut atau pusat kebudayaaan Jerman itu sendiri berpusat di Jakarta.

Salah satu program yang dilaksanakan oleh Goethe Institut adalah Science Film Festival. Merupakan suatu bentuk program pembelajaran sains dalam nuansa perfilman yang menarik dan menyuguhkan tentang pengetahuan sains itu sendiri.

Program ini dilaksanakan secara rutin di setiap tahunnya dan telah terlaksana selama 6 tahun di seluruh belahan dunia pada waktu yang bersamaaan. Dan pada tahun ini Goethe Institut mengangkat Food Revolution atau sering kita sebut dengan revolusi pangan sebagai temanya.

Pada tanggal 5 dan 6 November 2018 ini, Goethe Institut menyelenggarakan Science Film Festival di Pesantren Modern Al Falah Abu Lam U. Terlaksanakannya acara ini di Al Falah Abu Lam U dikarenakan Al Falah Abu Lam U adalah salah satu sekolah yang bekerja sama dengan Goethe Institut.

Bukan hanya Al Falah Abu Lam U, Goethe institut juga bekerja sama dengan beberapa sekolah SMK di Banda Aceh. Maka dari itu, selain di Al Falah Abu Lam U, SFF juga dilaksanakan di SMK Banda Aceh pada tanggal 7 dan 8 November 2018.

Acara ini berlangsung selama dua hari di Pesantren Al Falah Abu Lam U dengan dihadiri langsung oleh Koordinator Pasch Goethe Institut, yaitu Ibu Eka Dewi Indrawidjaja. Menurut beliau, “saat ini kita memang sedang menghadapi era dimana setiap sesuatu itu diolah dengan menggunakan plastik. Ya, jangan sampai kita memakan plastik. Maka, jangan pula kita berkecil hati untuk hal ini.  Karena melalui program ini kita akan mengetahui bagaimana cara agar bisa mengolah bahan pangan tanpa ada campuran plastik sedikit pun. Bahkan untuk saat ini kita bisa mengonsumsi daging tanpa harus membunuh binatang, yaitu dengan cara menggantinya dengan vegetable ataupun berbahan dasar serangga”.

Tidak hanya koordinator Pasch Goethe Institut, namun acara ini juga turut dihadiri oleh pimpinan Pesantren Al Falah Abu Lam  U, Ustadz Saifuddin Sa’dan M.Ag; pembina yayasan Abu Lam U, Ibu Farida Athahillah, P.HD dan juga dihadiri oleh kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar atau yang  mewakilinya, sekaligus membuka acara Science Film Festival 2018 di Pesantren Al Falah Abu Lam U.

Menurut pimpinan Pesantren Al Falah Abu Lam U dan pembina yayasan Abu Lam U sendiri, acara ini memang sangat menarik dan diharapkan kepada seluruh siswa yang berhadir agar dapat menyaksikan SFF dengan baik. Para santri dapat berpikir kritis tentang perubahan makanan di masa mendatang. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Begitu juga dengan apa yang akan menjadi makanan kita 20 hingga 30 tahun mendatang apabila persediaan pangan mulai habis. Harapan pembesar institusi ini ialah agar anak-anak bisa menjadi food revolutioner di masa yang akan datang dan juga agar kedepannya Aceh bisa menampilkan Film Sains untuk dipertontonkan di seluruh dunia. Walaupun kita hanya dapat bekerja secara kecil-kecilan, tetapi kita dapat memberi visi kepada dunia dan dapat berkonstribusi dengan baik.

Dalam acara ini, tidak hanya film-film tentang sains yang dipertontonkan. Tetapi juga ada eksperimen-eksperimen menarik yang ditampilkan tentang sains. SFF tidak hanya dihadiri oleh siswa-siswi Al Falah, tetapi juga dihadiri oleh utusan dari beberapa sekolah yang berada di Aceh Besar dan Banda Aceh.

Pada acara SFF ini, Al Falah menampilkan beberapa hiburan kepada penonton seperti tarian Rapai Geleng dari sanggar Pusaka Indatue, Revivor Nasyid dari Al Falah Deutsch Club dan drama eksperimen tentang telur berbahasa Jerman yang disertai dengan dance fligen.

Reporter: Farah Kautsari & Savira Maulidia

Editor: Khairul Munzilin

 

Baca juga :

Pergantian Kepengurusan OPDAL dan Pelantikan Kepengurusan OPDAL Baru 2018-2019

 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
%d bloggers like this: