Santri Al-Falah Abu Lam U Terpilih sebagai Peserta Jugendkurs ke Jerman 2025

Aceh Besar, 21 Februari 2025 – Kebanggaan menyelimuti Pesantren Al-Falah Abu Lam U setelah salah satu santriwatinya, Nurhidayah Simamora, berhasil terpilih sebagai peserta Jugendkurs 2025 di Jerman. Prestasi ini adalah hasil perjuangan panjang, ketekunan belajar, serta dukungan dan doa dari seluruh keluarga besar pesantren.

Proses seleksi Jugendkurs tahun ini dinilai sangat kompetitif. Dari 30 lembaga Sekolah peserta PACSH yang mendaftar, hanya 15 lembaga yang berhasil lolos ke tahap final, termasuk Pesantren Al-Falah Abu Lam U. Nurhidayah, yang dibimbing oleh Ustadzah Syarifah Itiananda, menorehkan performa gemilang dalam serangkaian tes, mulai dari uji kemampuan bahasa Jerman, wawancara motivasi, hingga presentasi proyek budaya bertema toleransi.

Alhamdulillah, ini bukti bahwa kesungguhan dan doa bersama bisa mengantarkan kita pada tujuan. Nurhidayah adalah contoh santri yang pantang menyerah. Semoga pengalamannya di Jerman membuka wawasan global sekaligus mengokohkan identitasnya sebagai santri yang berakhlak mulia,” tutur Ustadzah Syarifah Itiananda, sang pembimbing.

Jugendkurs adalah program tahunan Pemerintah Jerman yang bertujuan memperkenalkan budaya dan bahasa Jerman kepada pelajar internasional. Selama beberapa minggu, peserta akan mengikuti kursus bahasa intensif, diskusi kebudayaan, serta kunjungan ke destinasi edukatif seperti museum dan universitas ternama di Jerman.

Nurhidayah mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan: “Terima kasih tak terhingga kepada para asatidz, orang tua, dan teman-teman yang selalu menyemangati. Ini bukan pencapaian saya sendiri, melainkan milik kita semua.

Pada tahun 2024, Santri yang dipanggil Nuri ini berhasil meraih juara 2 dalam olimpiade Bahasa German yang diadakan oleh Goethe Institut Indonesia. Sementara, Aufa Ahsanti yang merupakan teman seperjuangannya meraih juara harapan 3.

Seluruh civitas akademika Pesantren Al-Falah Abu Lam U turut bersuka cita dan mendoakan kesuksesan Nurhidayah di Jerman. Diharapkan, pengalaman ini akan menjadi batu loncatan bagi santri lainnya untuk terus berprestasi di tingkat internasional.

Close